ARCOM NEWS - Tumpukan sampah ditemukan menggunung di sepanjang Jalan Lintas Sumatera, tepatnya sebelum Jembatan Aurduri I yang menghubungkan kawasan Kelurahan Penyengat Rendah dan Teluk Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Kondisi tersebut dinilai merusak kebersihan dan estetika kota.
Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, mengungkapkan bahwa keberadaan sampah tersebut diduga berasal dari luar wilayah sekitar, bukan dari warga setempat.
“Saya mendapat laporan dari warga bahwa masih terdapat TPS liar di sepanjang jalan menuju Jembatan Batanghari I, yang diduga bukan berasal dari masyarakat sekitar, melainkan dari pihak luar yang tidak teridentifikasi,” ujarnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi melalui bidang pengelolaan sampah bersama aparat kelurahan setempat telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pembersihan.
Selain itu, Kemas Faried juga mengaku telah berkoordinasi dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi terkait keterbatasan armada pengangkut sampah yang menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan persoalan ini.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Pemerintah Kota Jambi berencana menambah sekitar 20 unit armada pengangkut sampah pada April mendatang untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah.
“Insya Allah pada April akan ada tambahan sekitar 20 unit armada untuk mendukung penanganan sampah,” jelasnya.
Di sisi lain, DPRD juga mendorong penguatan program Kampung Bahagia, dengan mendorong setiap rukun tetangga (RT) memiliki sarana angkutan sampah seperti becak motor (bentor) guna mengangkut sampah langsung dari rumah warga.
Kemas Faried berharap sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota Jambi dapat mempercepat penanganan persoalan sampah, sehingga tidak berkembang menjadi isu yang lebih luas.
“Harapannya persoalan sampah ini segera teratasi. Kita tidak ingin hal ini menjadi isu yang lebih besar,” pungkasnya. (RED/UCOK PWI)

Komentar0