ARCOM NEWS, Kota Jambi — Kualitas udara di Kota Jambi memburuk pada Senin (24/8/2026). Berdasarkan pemantauan IQAir sekitar pukul 06.30 WIB, indeks kualitas udara (AQI) sempat mencapai 243 dan masuk kategori “Sangat Tidak Sehat”. Konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 167,4 µg/m³.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, S.E. Menurutnya, kabut asap tidak hanya berkaitan dengan kualitas udara, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, serta ketersediaan air bersih di tengah musim kemarau.
Kemas mengatakan DPRD Kota Jambi bersama Pemerintah Kota Jambi akan membahas kondisi tersebut bersama Wali Kota, Wakil Wali Kota dan jajaran pemerintah daerah, termasuk kemungkinan penyesuaian kegiatan belajar mengajar apabila kondisi udara dinilai membahayakan kesehatan anak-anak.
“Kita akan melihat kondisi terkini secara arif dan bijaksana, apakah anak-anak sekolah mulai besok diliburkan. Tapi kita tunggu hasil keputusan bersama,” ujar Kemas.
Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan yang diambil.
“Yang paling penting keselamatan dan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Selain persoalan kabut asap, Kemas juga menyoroti dampak musim kemarau terhadap ketersediaan air bersih. Menurutnya, kondisi sumber air yang semakin terbatas turut menyulitkan distribusi air kepada masyarakat.
“Kondisi musim kemarau ini air sudah mulai susah, kering, PDAM juga kesusahan untuk mendroping kuota air bersih kepada masyarakat. Mungkin ada langkah-langkah spesifik yang akan kita ambil,” jelasnya.
Kemas mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan, khususnya anak-anak, lansia serta warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan kualitas udara dan kebijakan pemerintah.
“Mari sama-sama kita jaga kesehatan. Kondisi seperti ini harus kita hadapi bersama. Pemerintah mengambil langkah, masyarakat juga harus menjaga diri dan keluarganya,” katanya.
DPRD Kota Jambi, lanjut Kemas, siap mendukung langkah pemerintah dalam menangani dampak kabut asap dan kemarau. Ia berharap sinergi pemerintah, DPRD dan masyarakat dapat mempercepat penanganan sehingga kondisi udara kembali membaik dan kebutuhan dasar masyarakat tetap terjaga.
“Mohon doa kita bersama agar situasi di Kota Jambi ini dapat terkendali dengan baik,” pungkas Kemas.
(RED/UCOK PWI)

Komentar0