TSd9TUM8TfW8TUW6Tfr0TfdpTA==

Bedah Buku Babad Alas, Diza Nilai Pengalaman Bima Arya Jadi Referensi Kepemimpinan Daerah


ARCOM NEWS, JAMBI – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menghadiri kegiatan bedah buku Babad Alas karya Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, berlangsung di Kampus Mandalo Universitas Jambi Ruang Auditorium Unifac Lantai I, Rabu (15/04/2026). Forum tersebut menjadi ruang refleksi mengenai kepemimpinan yang dinilai relevan bagi para kepala daerah di tengah tantangan pemerintahan saat ini.

Dalam kesempatan itu, Diza menyampaikan apresiasi terhadap isi buku yang memuat pengalaman langsung Bima Arya selama memimpin daerah. Menurutnya, gagasan yang disampaikan tidak berhenti pada teori, tetapi berangkat dari realitas kepemimpinan yang kompleks di lapangan.

“Pengalaman yang dibagikan sangat relevan dan dapat menjadi referensi bagi kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan,” ujar Diza.

Ia menilai, dinamika birokrasi yang terus berkembang serta beragam tekanan kepentingan menuntut kepala daerah memiliki pemahaman yang matang dan strategi yang tepat dalam mengambil keputusan.

Menurut Diza, kegiatan bedah buku seperti ini penting untuk memperluas perspektif para pemimpin daerah, khususnya dalam merumuskan kebijakan publik yang berpihak kepada masyarakat.

“Ini bukan sekadar diskusi buku, tetapi ruang pembelajaran bersama tentang bagaimana menghadapi tantangan kepemimpinan secara nyata,” tambahnya.

Sementara itu, dalam paparannya, Bima Arya mengungkapkan bahwa fase paling berat dalam kepemimpinan justru dimulai setelah seseorang resmi dilantik sebagai kepala daerah.

Ia menegaskan, proses politik seperti kampanye tidak sebanding dengan tantangan ketika mulai menjalankan roda pemerintahan.

“Tantangan sesungguhnya dimulai setelah dilantik. Di situlah kompleksitas kepemimpinan benar-benar diuji,” kata Bima Arya.

Menurutnya, kepala daerah harus mampu menghadapi berbagai kepentingan yang saling beririsan, baik dari internal birokrasi maupun eksternal politik. Karena itu, kemampuan membaca situasi menjadi hal penting, sebab dalam praktik pemerintahan tidak selalu jelas siapa yang menjadi kawan maupun lawan.

Selain itu, ia menekankan bahwa keberanian dalam memimpin harus selalu diimbangi dengan kebijaksanaan.

“Keberanian penting, tetapi harus dibarengi nilai dan kebijaksanaan agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan persoalan baru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bima Arya menyoroti pentingnya konsistensi antara visi, ucapan, dan tindakan seorang pemimpin. Menurutnya, kepercayaan publik hanya dapat dibangun apabila pemimpin menunjukkan integritas dalam setiap keputusan.

“Pemimpin harus memiliki nilai, strategi, dan konsistensi. Tanpa itu, kepemimpinan akan mudah goyah,” tegasnya.

Kegiatan bedah buku tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi para kepala daerah untuk terus meningkatkan kapasitas kepemimpinan sekaligus menjadi wadah pertukaran gagasan dalam menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Kota Jambi disebut terus mendorong peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan melalui berbagai program strategis yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (Red/UCOK PWI)

Komentar0

Type above and press Enter to search.