TSd9TUM8TfW8TUW6Tfr0TfdpTA==

Kemas Faried Turun Langsung Temui Korban Kebakaran di Tanjung Raden, Pastikan Bantuan dan Pelayanan Berjalan

ARCOM NEWS, Kota Jambi – Musibah kebakaran meninggalkan duka bagi warga RT 06, Kelurahan Tanjung Raden, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi. Rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh, dalam hitungan waktu berubah menjadi puing dan meninggalkan kehilangan bagi keluarga yang terdampak.

Kebakaran terjadi pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan data Pemerintah Kota Jambi, sebanyak empat kepala keluarga dengan total sembilan jiwa terdampak. Dua rumah hangus terbakar, sementara dua rumah lainnya mengalami kerusakan pada bagian dapur.

Sehari setelah musibah tersebut, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, S.E., turun langsung menemui warga terdampak. Kedatangannya tidak hanya untuk melihat kondisi korban, tetapi juga menyerahkan bantuan sosial sekaligus memastikan keluarga yang tertimpa musibah mendapatkan perhatian dan pelayanan dari pemerintah.

Di hadapan warga, Kemas menyampaikan rasa duka dan keprihatinan atas musibah yang terjadi. Ia mengatakan, kehadirannya merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya memastikan kondisi warga terdampak dapat diketahui secara langsung.

“Alhamdulillah pagi ini saya selaku Ketua DPRD Kota Jambi datang untuk melihat dan mengecek kondisi keluarga kami yang tertimpa musibah kebakaran. Pertama, saya mengucapkan duka yang paling dalam dan keprihatinan yang sangat mendalam atas musibah ini,” ujar Kemas.

Setelah melihat kondisi di lapangan, Kemas mengatakan penanganan terhadap warga terdampak telah dilakukan Pemerintah Kota Jambi melalui koordinasi camat, lurah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Menurutnya, penanganan tidak boleh berhenti pada bantuan tanggap darurat. Pemerintah juga perlu mempersiapkan dukungan lanjutan agar warga dapat perlahan memulihkan kondisi tempat tinggal mereka.

“Alhamdulillah sudah saya cek dan kami sudah mendapat laporan dari Pak Camat dan Lurah. Tadi juga sudah saya konfirmasi langsung kepada OPD terkait. Insyaallah di awal bulan nanti akan dipersiapkan bantuan untuk biaya penggantian atau perhatian dari pemerintah untuk pembangunan rumah,” ungkapnya.

Kemas menyadari bahwa bantuan pemerintah maupun bantuan sosial yang diberikan belum tentu mampu mengganti seluruh kerugian yang dialami korban. Namun, menurutnya, perhatian tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus bukti bahwa masyarakat tidak dibiarkan menghadapi musibah seorang diri.

“Mungkin jumlahnya tidak banyak, tetapi itulah bukti bahwa negara hadir, pemerintah hadir. Kemudian bantuan sosial lainnya seperti sembako dan dari BAZNAS juga sudah saya cek,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jambi bersama sejumlah OPD dan BAZNAS telah menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada empat keluarga yang terdampak. Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama menjalani masa pascakebakaran.

Kemas menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jambi, BAZNAS dan seluruh pihak yang telah bergerak membantu warga sejak musibah terjadi. Menurutnya, kecepatan penanganan sangat dibutuhkan agar kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi.

Selain persoalan tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari, Kemas juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan warga terdampak. Ia meminta Camat dan Lurah memastikan para korban mendapatkan pemeriksaan kesehatan.

Bagi Kemas, kondisi kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian utama setelah mereka mengalami musibah, terlebih warga yang kehilangan tempat tinggal dan harus menjalani aktivitas di tengah kondisi pascakebakaran.

“Saya titipkan pesan kepada Pak Camat untuk dilakukan pengecekan kesehatan kepada korban. Dalam kondisi musibah seperti ini, kesehatan itu paling penting. Fisik dulu yang harus kita jaga,” tegasnya.

Menurutnya, dampak kebakaran tidak hanya berupa kerugian materi. Warga juga menghadapi tekanan karena kehilangan tempat tinggal, pakaian, perabot rumah tangga dan berbagai barang yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Karena itu, penanganan warga terdampak harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kebutuhan pangan, tempat tinggal sementara, kesehatan hingga dukungan untuk proses pemulihan.

Kemas juga mengatakan bantuan yang diberikan secara pribadi merupakan bentuk kepedulian untuk memberikan semangat kepada keluarga korban. Ia berharap kehadirannya dapat memberikan sedikit kekuatan bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit.

“Kami juga mencoba memberikan semangat dan spirit dalam bentuk bantuan secara pribadi. Intinya, tetap optimistis dan semangat. Yang paling utama adalah jaga kesehatan,” ujar Kemas.

Ia mengajak keluarga korban untuk tidak larut dalam kesedihan dan tetap memiliki harapan untuk bangkit. Kemas juga meminta masyarakat Kota Jambi ikut mendoakan warga yang sedang menghadapi musibah tersebut.

“Kami mohon doa kepada masyarakat Kota Jambi bahwa keluarga kita di seberang sedang mengalami musibah. Semoga diberikan ketabahan, kekuatan. Yakin dan percayalah, insyaallah nanti Allah akan mengganti daripada apa yang kita terima hari ini,” tuturnya.

Bagi Kemas, kehadiran seorang wakil rakyat tidak hanya dibutuhkan ketika masyarakat menyampaikan aspirasi melalui forum resmi. Ketika warga tertimpa musibah, kehadiran secara langsung juga menjadi bagian dari tanggung jawab untuk melihat dan memahami kondisi masyarakat.

Karena itu, ia memastikan kebutuhan warga yang belum tertangani akan terus dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Jambi dan OPD terkait.

“Kita akan terus berkoordinasi. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat akan kita lihat bersama dan kita komunikasikan dengan pemerintah kota agar penanganannya bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Kemas juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Jambi yang sejak awal telah melakukan penanganan terhadap warga terdampak, mulai dari bantuan tanggap darurat hingga pendataan kebutuhan masyarakat pascakebakaran.

Menurutnya, sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, perangkat wilayah, lembaga sosial dan masyarakat sangat penting dalam memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik.

Musibah memang datang tanpa pernah diundang. Rumah bisa terbakar, harta benda bisa hilang, tetapi harapan tidak boleh ikut padam.

Di RT 06 Tanjung Raden, proses pemulihan perlahan mulai berjalan. Pemerintah bergerak, bantuan berdatangan dan masyarakat saling menguatkan.

Kehadiran Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried di tengah warga menjadi bagian dari upaya memastikan keluarga yang terdampak tidak merasa sendirian menghadapi musibah.

Bagi Kemas, hadir di tengah masyarakat bukan sekadar memberikan bantuan. Lebih dari itu, kehadiran seorang wakil rakyat adalah memastikan suara, kebutuhan dan kondisi masyarakat tetap mendapatkan perhatian, terutama ketika mereka sedang berada dalam keadaan sulit.

Ia berharap keluarga yang terdampak diberikan kekuatan untuk melewati masa pemulihan dan dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.

“Yang penting tetap kuat, tetap optimistis dan jaga kesehatan. Insyaallah setelah musibah ini akan ada jalan bagi kita untuk kembali bangkit,” pungkas Kemas.

(RED/UCOK PWI)

Komentar0

Type above and press Enter to search.